Gugur bungaku di taman bakti
Di haribaan pertiwi
Harum semerbak menambahkan sari
Tanah air jaya sakti

Telah gugur pahlawanku
Tunai sudah janji bakti
Gugur satu tumbuh seribu
Tanah air jaya sakti

 

Penggalan lagu di atas kerap dikumandangkan di mana-mana di peringatan Hari Pahlawan.

Lagu ini pun diperdengarkan pagi hari Rabu tanggal 10 November 2021 di kompleks Strada Gunung Sahari. Pada hari ini kompleks Strada Gunung Sahari mengenang pengabdian jiwa dan raga para pahlawan bangsa dengan melangsungkan upacara secara online. Upacara dimulai pukul 07:30 WIB.

Upacara diikuti oleh semua unit di kompleks sekolah, mulai dari TK sampai dengan SMK.

Ibu Khatarina Apriyanti ditunjuk sebagai pembawa acara. Petugas upacara pada kesempatan kali ini adalah gabungan dari SD, SMP, dan SMK Kompleks Gunung Sahari 88.

Ibu Khatarina Apriyanti sebagai pembawa acara

 

Pada upacara kali ini dilengkapi dengan prosesi kenaikan bendera merah putih di kompleks sekolah. Siswa SMK yang bertugas sebagai pengibar menjalankan tugasnya dengan sangat baik. Pasti kalian kangen ya mengikuti upacara secara langsung.

Prosesi pengibaran Sang Merah Putih

 

Upacara dimulai dan berlangsung dengan khidmat. Pembina upacara pada Hari Pahlawan kali ini adalah Bapak Sigit, Kepala SMK Strada 1. Beliau mengingatkan kembali tema dari Hari Pahlawan tahun ini adalah “Pahlawanku Inspirasiku”. Melaui tema ini mengingatkan kita bahwa perjuangan luar biasa yang dilakukan oleh para pahlawan diharapkan dapat menumbuhkan energi positif berupa semangat dan rasa nasionalisme di dalam diri kita masing-masing.

Merelakan diri untuk gugur demi berkibarnya sang merah putih, berbekal keberanian dan senjata seadanya adalah hal yang sangat luar biasa. Namun, hal yang sangat luar biasa lainnya adalah rasa nasionalisme yang sangat membara. Pertanyaannya, apakah kita memiliki rasa nasionalisme yang besar? Apakah kita mampu mempertahankan bangsa kita? Apakah kita mampu meneruskan perjuangan para pahlawan pendahulu kita? Apakah kita mampu meluangkan waktu untuk membaca kisah perjuangan pahlawan dan bukan nama artis atau penyanyi Korea? Mari kita upayakan!

Bapak Sigit sebagai pembina upacara

 

Upacara yang khidmat ditutup dengan doa serta lagu-lagu nasional berjudul “Keroncong Pahlawan Merdeka” oleh paduan suara SMP Strada Mardi Utama I. Lagu nan indah dilantunkan dengan penuh penghayatan, sungguh ini adalah bentuk penghormatan bagi para pejuang bangsa yang sudah beristirahat dalam keabadian.

Paduan suara SMP Strada Mardi Utama I

Dapat kita simpulkan bersama nih, jangan pernah meninggalkan sejarah ya guys. Kita bisa menjalani hari-hari dengan mudah, menikmati bumi merdeka, tanpa dentuman suara ledakan senjata atau ranjau, semua berkat para pahlawan. Cintai bangsa kita, buat ibu pertiwi tersenyum bangga. Bangkitkan Garuda yang mungkin sempat menundukan kepala. Mari jadi pahlawan masa kini!

Bising di mana-mana, di mana-mana bising

Terlihat tawanan dan korban diiring

Rasanya jam tak lagi berdenting

Hari gelap, gawat, dan genting

Keselamatan diri tak lagi penting

Kusematkan cintaku pada Nusa di tajamnya  bambu runcing

(AMTF)

Sebarkan artikel ini