Hallo sobat Muers!!!
apa kabarnya nih…
Semoga dalam keadaan prima ya guys.

Pada hari yang penuh sukacita, SMP Strada Mardi Utama 1 menggelar acara Penutupan Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) di Aula Lantai 5 sekolah. Seluruh siswa kelas VII, VIII, dan IX hadir dengan penuh semangat, didampingi para guru. Aula lantai 5 yang luas dan megah dihiasi dengan nuansa rohani, menambah kekhimatan suasana.

Acara diawali dengan doa pembukaan, kemudian dilanjutkan dengan nyanyian seluruh siswa kelas VII, VIII dan IX yang hikmat dengan penuh penghayatan.
Ketaatan membawa berkat
Simon Petrus awalnya ragu karena sudah semalaman mencari ikan tanpa hasil, tetapi ia taat pada perintah Yesus untuk menebarkan jala lagi. Ketaatan itu membuahkan hasil tangkapan ikan yang melimpah.

Kesadaran akan keterbatasan manusia
Saat melihat mukjizat itu, Simon merasa kecil dan berdosa di hadapan Yesus. Hal ini menunjukkan bahwa manusia memiliki keterbatasan, sedangkan kuasa Tuhan tidak terbatas.

Panggilan untuk menjadi murid Kristus
Yesus tidak hanya menunjukkan kuasa-Nya, tetapi juga memanggil Simon, Yakobus, dan Yohanes untuk menjadi “penjala manusia.” Artinya, mereka dipanggil untuk mengabdikan hidupnya dalam pewartaan kabar gembira.

Pesan utama dari pembacaan renungan Firman Tuhan Lukas 5: 1-10 adalah :
Perikop ini mengajarkan bahwa:
Ketaatan membawa berkat
Simon Petrus awalnya ragu karena sudah semalaman mencari ikan tanpa hasil, tetapi ia taat pada perintah Yesus untuk menebarkan jala lagi. Ketaatan itu membuahkan hasil tangkapan ikan yang melimpah.

Iman dan ketaatan kepada Tuhan akan menghasilkan berkat yang luar biasa.

Murid Kristus harus berani meninggalkan kenyamanan hidup lama demi mengikuti panggilan-Nya.

Setiap orang beriman dipanggil untuk menjadi saksi Kristus dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam sambutannya, perwakilan guru mengapresiasi partisipasi aktif seluruh siswa yang terlibat, baik dalam kegiatan harian BKSN maupun pada acara penutupan. Pesan yang ditekankan adalah agar semangat menghayati dan mengamalkan Kitab Suci tidak berhenti pada kegiatan seremonial saja, tetapi terus dilanjutkan dalam tindakan nyata di sekolah, rumah, dan masyarakat.

Acara penutupan ditutup dengan doa bersama, menyatukan seluruh siswa dalam kebersamaan dan kasih persaudaraan. Dengan wajah gembira, para siswa kembali ke kelas masing-masing, membawa pengalaman rohani yang mendalam dari BKSN tahun ini.

Sebarkan artikel ini